Cara Mengurangi Kadar Air Briket agar Lebih Berkualitas

cara mengurangi kadar air briket

Cara mengurangi kadar air briket perlu diperhatikan karena kelembapan berpengaruh terhadap kualitas produk saat digunakan. Briket dengan kadar air tinggi cenderung lebih sulit menyala, menghasilkan lebih banyak asap, dan memiliki pembakaran yang kurang optimal.

Kadar air juga menjadi salah satu parameter mutu briket arang. Berdasarkan SNI 01-6235-2000 yang banyak digunakan sebagai acuan, kadar air briket arang kayu ditetapkan maksimal 8%.

Cara Mengurangi Kadar Air Briket

Pengurangan kadar air dapat dilakukan melalui proses pengeringan yang tepat. Metodenya bisa menggunakan sinar matahari untuk produksi sederhana atau oven dan mesin pengering ketika jumlah briket yang diproses lebih banyak.

1. Kurangi Air pada Adonan

Jumlah air dalam adonan perlu diperhatikan sejak awal pembuatan briket. Terlalu banyak air membuat proses pengeringan membutuhkan waktu lebih panjang karena produsen harus mengeluarkan kelembapan dalam jumlah lebih besar.

Gunakan air secukupnya sesuai karakteristik bahan dan perekat yang digunakan. Adonan yang memiliki kondisi tepat akan lebih mudah dicetak sekaligus membutuhkan proses pengeringan yang lebih terkontrol.

2. Campurkan Bahan Secara Merata

Pencampuran yang kurang merata dapat membuat kandungan air tersebar tidak sama pada setiap bagian adonan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan sebagian briket lebih lama kering dibandingkan bagian lainnya.

Karena itu, campurkan arang dan perekat sampai seluruh bahan menyatu dengan baik. Penelitian menunjukkan pencampuran yang tidak merata dapat menyebabkan proses pengeringan menjadi kurang maksimal pada sebagian briket.

3. Jemur Briket di Tempat Terbuka

Penjemuran menggunakan sinar matahari menjadi salah satu cara sederhana untuk mengurangi kadar air. Letakkan briket di tempat yang mendapatkan panas cukup dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Susun briket dengan jarak agar udara dapat mencapai seluruh permukaan. Balik produk secara berkala supaya kedua sisi memperoleh paparan panas yang lebih merata.

4. Gunakan Rak Pengering

Rak membantu menjaga jarak antarbriket selama proses pengeringan. Cara ini lebih baik daripada menumpuk produk karena udara panas dapat bergerak di antara setiap briket.

Jika menggunakan beberapa tingkat rak, berikan ruang yang cukup di antara susunan. Dengan demikian, briket di bagian atas dan bawah dapat memperoleh kondisi pengeringan yang lebih seimbang.

5. Gunakan Oven untuk Pengeringan

Oven dapat menjadi pilihan ketika produsen membutuhkan proses pengeringan yang lebih terkontrol. Suhu dan lama proses dapat diatur sesuai karakteristik bahan sehingga pengurangan kadar air tidak hanya bergantung pada kondisi cuaca.

Salah satu penelitian menggunakan oven pada suhu 60°C selama 3 jam dan menghasilkan briket yang siap diuji dengan kadar air sekitar 2,40–3,60%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pengeringan oven dapat membantu menurunkan kadar air secara signifikan, meskipun pengaturan setiap produksi tetap perlu disesuaikan.

6. Atur Suhu Secara Bertahap

Suhu pengeringan perlu disesuaikan dengan ukuran briket dan kondisi awal produk. Panas yang terlalu rendah dapat membuat proses berlangsung lama, sedangkan panas yang terlalu tinggi dapat membuat bagian luar mengering lebih cepat daripada bagian dalam.

Gunakan suhu yang stabil dan pantau kondisi briket selama proses berlangsung. Pengaturan yang konsisten membantu mengurangi kelembapan tanpa mengganggu bentuk produk.

7. Perhatikan Ketebalan Briket

Ketebalan briket ikut menentukan seberapa cepat air keluar dari bagian dalam. Produk yang lebih tebal membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan briket berukuran kecil atau tipis.

Karena itu, jangan menentukan waktu pengeringan hanya berdasarkan kondisi permukaan. Pastikan bagian dalam juga sudah cukup kering sebelum produk dipindahkan ke tahap berikutnya.

Kesimpulan

Cara mengurangi kadar air briket dapat dilakukan dengan mengontrol jumlah air dalam adonan, mencampur bahan secara merata, melakukan penjemuran, serta menggunakan oven untuk proses yang lebih terkontrol. Berdasarkan acuan SNI 01-6235-2000, kadar air briket arang kayu maksimal 8%.

Selain proses pengeringan, pemeriksaan kadar air dan penyimpanan juga perlu diperhatikan. Untuk membaca pembahasan sebelumnya mengenai pemerataan proses pengeringan, kamu bisa melihat artikel tips pengeringan briket merata sebagai referensi tambahan.